Disela-sela perjalanan mengerjakan sesuatu hal di lampung timur ternyata ada kejutan tidak terduga. tempat mengerjakan tugas itu hanya 15 menit jauhnya dari Taman Nasional Way Kambas, akhirnya coba tebak.... saat pekerjaan selesai seluruh daya dan upaya dilakukan untuk mencari angkutan dan informasi untuk bisa mencapai Taman Nasional tersebut.
setelah menempuh perjalanan dari Sekampung, melewati jalan Lintas Timur akhirnya kami, saya beserta dua rekan tuan Rika Hidayat dan Tuan Purwanto. sampai di Way jepara, setelah mengisi minyak Solar 10 liter seharga Rp. 6000,- per liter kami melanjutkan perjalanan 7 kilometer kemudian untuk kemudian sampai di gerbang pertama Way Kambas, dan kami membayar biaya masuk (catat bukan retribusi, atau apapun itu, tanpa karcis man !!! ) sebesar Rp. 30.000,- kami melanjutkan perjalanan 9 kilometer lagi menyusuri hutan menuju pusat konservasi gajah Way Kambas.
Setelah sampai... luar biasa.... sebuah pemandangan yang tidak umum bagi saya, what a stunning moment, adalah suatu kebetulan saya sampai saat gajah mulai di tarik masuk ke kandang dari tempat "penggembalaan" yang besar yang kecil, jantan betina dewasa dan anak-anak semuanya bergerak beriringan dihela oleh para pawang, sungguh moment yang luar biasa. dan sekedar berbagi berikut fotonya.....
Semoga Berkenan
Friday, November 4, 2011
Friday, October 28, 2011
PKBM Sekar Tanjung
Adalah cita-cita dari orang tua saya, untuk dapat mengabdikan hidupnya pada lingkungan Pendidikan Luar Sekolah, atui pendidikan Nonformal bia menggunakan penamaan sesuai dengan direktorat jenderal dimana sistem pendidikan ini bernaung saat ini. dan untuk mencapai cita-cita tersebut dirintislah sebuah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dimana di PKBM ini kelak akan ada bermacam program pendidikan seperti Keaksaraan Fungsional, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Kursus yang berbasiskan wirausaha pedesaan, dan program pembelajaran non formal lainnya, disamping usaha-usaha pemberdayaan masyarakat lainnya.
Tujuan pendirian PKBM ini sebagai alternatif pusat belajar bagi mereka yang tidak berkesempatan mengenyam pendidikan formal, juga sebagai wahana pembelajaran dalam rangka pendidikan sepanjang hayat bagi masyarakat Tanjung Siang khusunya, dengan mengusung tujuan ini semoga saja kehadiran PKBM ini kelak dapat memberikan kontribusi yang berarti terhadap pembangunan masyarakat di sekitar baik secara mental, fisik maupun ekonomi.
Langkah pengurusan legal formal telah disusun sejak awal 2011, pun halnya dengan pra program seperti pendataan kebutuhan dan potensi lokal, pendekatan terhadap penduduk yang mungkin telah 20 tahun ini dilakukan, sejak mereka (orang tua saya) menjejakkan kaki dan menetapkan pilihan tempat ini menjadi tempat tinggal kedua setelah Cirateun. Dan seminggu yang lalu langkah ini semakin di konkritkan dengan pembangunan Kantor dan Aula PKBM ini. di tanah yang merupakan bidang tanah pertama yang dibeli di TanjungSiang itulah niat pengabdian diri pada masyarakat secara penuh dipancangkan.
berikut gambar pertama yang diambil di lokasi pembangunan. Semoga berkenan.
Subscribe to:
Posts (Atom)
















